• Latest News

    Sepucuk Surat untuk Sang Pelopor


    Sepucuk Surat untuk Sang Pelopor 

    Kepada anak-anakku MTs Muhammadiyah Trucuk yang sangat saya banggakan.

    Assalamu’alaikum. Wr. Wb
    Gimana kabar kalian semuanya? Sehat kan? Semoga selalu dalam perlindunganNya. Aamiin. Disini saya juga dalam keadaan baik walaupun ada sedikit kekhawatiran. Kekhawatiran ini bermula ketika saya melihat beberapa teman kalian yang sebentar lagi menghadapi Ujian Akhir tapi belum nampak keseriusan dan kesiapan yang matang untuk menghadapinya.  Semoga anak – anakku semua mulai detik ini sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Waktu belajar 3 tahun ini ditentukan 4 hari, jadi jangan sia – siakan kesempatan ini, karena waktu tidak bisa diputar kembali.
     
    Barangkali anak – anak bertanya, mengapa anak-anak mendapatkan surat ini? Ini adalah sekian dari janji – janji yang 3 tahun silam pernah saya sampaikan. Masih ingatkah kalian kegiatan yang dulu pernah kita lakukan? Iyaa .. kegiatan menginap di sekolah tercinta kita ini. Waktu itu kita bersama-sama mengikrarkan janji-janji, menuliskan cita-cita dan berdo’a dengan kesungguhan hati. Semoga cita-cita anak-anak dapat terkabul. Aamiin.

    Saya telah selesai membaca kembali tulisan yang telah kalian tulis disebuah lembar kertas HVS ukuran folio ini. Ada yang menulis setengah halaman, ada yang menulis satu halaman, dan ada pula yang menulis 2 halaman penuh dengan penuh penghayatan. Gaya tulisan yang masih ke SD SD an alias polos apa adanya, namun ada juga yang menulis dengan tata bahasa bak sastra dan puisi. Dan mungkin kalian sekarang sudah banyak berubah tentunya. Bagi saya ini benar – benar membuat rindu, sangat rindu. Saya terharu ketika membaca betapa tinggi cita-cita kalian, betapa besar harapan untuk sekolah MTs Muhammadiyah Trucuk, bahkan untuk bangsa Indonesia ini. “Walaupun kita disini masih banyak ketinggalan, namun kita harus tetap maju, pantang mundur. Kita harus mempertahankan alam hijau Indonesia ini, jangan sampai dimiliki oleh negara lain”. Salah satu tulisan yang sangat luar biasa. Masih banyak lagi tulisan tulisan-tulisan, harapan-harapan hebat lainnya yang tidak bisa saya tulis disini satu persatu. 

    Kesempatan yang berbahagia ini, saya kembalikan tulisan – tulisan yang pernah anak-anak tulis 3 tahun yang lalu. Dengan penuh harapan anak-anak kembali mengingat akan cita-cita yang telah menjadi harapan tulus dari hati paling dalam. “Hei ... (menyebut nama teman kalian yang paling spesial) ... bantu aku untuk selalu mengingat mimpi – mimpiku, ingatkan aku dikala aku lupa akan mimpi-mimpiku itu, dan mari kita selalu bergandengan tangan untuk bersama-sama mewujudkan impian itu, semua akan terasa lebih indah dan bermakna ketika kita bisa melalui semuanya dengan bersama”. Bentuk harapan luar biasa dari salah satu teman kalian.

    Akhirnya ... ada pertemuan juga ada perpisahan. Ketika ku datang dengan sebuah cita cita, kini aku harus pergi menjemput harapan, bisa bersamamu adalah hal terindah, ini kan terkenang hingga akhir masa. Perpisahan ini akan selalu ada, karena kita pernah berjumpa bersama, dalam canda tawa kita bahagia, kan terkenang hingga akhir masa. Setiap tetes air mata yang mengalir, jadi saksi  atas perpisahan raga, air mata tak brarti sedih dan duka, air mata adalah juga lambang bahagia. Terimakasih telah menjadi sahabatku, menjadi bagian dari jalan hidupku ... 

    Saya selalu mendoakan, semoga semua anak-anakku dapat LULUS 100%, dapat menjadi orang-orang yang luar biasa, orang-orang penuh dengan impian, dan menjadi orang-orang yang selalu bekerja keras dalam mewujudkan impian itu. Salam buat bapak ibu dari kami bapak ibu guru MTs Muhammadiyah Trucuk, mohon maaf bila dalam mendidik selama ini dirasa kurang, tapi kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk selalu mendampingi dan membimbing. Salam jaya dan sukses untuk kita semuanya. Aamiin. 

    Jika kalian rindu, jangan sungkan untuk menghubungi kami baik via Telp, Email, FB, dan Situs jejaring Sosial lainnya. 

    Wassalamu’alaikum Wr. Wb

    Orang yang Selalu Membanggakan Kalian
    Mr. Zie

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Posting Komentar

    Item Reviewed: Sepucuk Surat untuk Sang Pelopor Rating: 5 Reviewed By: Unknown
    Scroll to Top